Manusia, tak pernah kenal erti 'cukup'. Tak pernah kenal erti menghargai. Tapi seringkali merintih rasa diri tak dihargai.
Seringkali juga manusia itu sendiri alpa. Rasa diri lebih layak diberi penghargaan lebih dari manusia lainnya. Apa kau rasa kau hebat? Apa bukti kau hebat? Apa bakti kau buat? Apa kau tahu cerita orang lain sama?
Kau seringkali cerita sini-sana, kononnya kaulah yang banyak berkorban. Kaulah yang banyak beralah. Tapi akhirnya, kaulah paling bising mengungkit cerita-cerita yang kalau ditimbang kati, tak ada nilainya.
Kau seringkali menunding jari, kata orang lain khianat. Engkau? Sudah sempurna amalnya? Sudah hebat ibadatnya?
Kesian. Cukup kesian. Kau di atas, kau kata yang di bawah pemalas. Kau di bawah, kau kata yang di atas rasuah. Kau tak pernah terfikir untuk duduk sama berbincang, apa sebenarnya masalah kalian gaduhkan?
Manusia itu sering lupa.
Dan aku juga sering lupa.
Aku juga manusia.
No comments:
Post a Comment